Haii…Kamu tentnya pernah denger yang namanya autis…atau pernah denger..anak itu autis lho.. Autis atau autisme itu apa sih? 

Sering kita dengar bahwa anak autis bukanlah seseorang yang pintar atau tidak memiliki bakat. Hal itu disebabkan karena kondisi mereka yang cenderung sulit bersosialisasi atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Kenyataannya, banyak anak dengan autisme yang punya IQ normal bahkan tinggi, dan bisa berprestasi di bidang yang mereka minati. Dahulu kala autisme memang dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental atau dalam kasus yang lebih ringan dianggap sebagai masalah ketidakmampuan belajar. Tapi beberapa penelitian lebih lanjut menyatakan bahwa autisme bukanlah masalah kesehatan mental, melainkan gangguan perkembangan pada anak

Kita ga akan membahas penyakit atau ganggauan yang disebut autiisme itu. Ternyata gangguan perkembangan pada saat anak-anak ga mempenngaruhi pada saat dewasa, contohnya..para ilmuwan legend kita yang dulunya pernah autis.. Siapa aja kah mereka?


1. Albert Einstein, Ilmuwan dan Matematikawan 

Albert Einstein merupakan ilmuwan dan ahli matematika yang sangat terkenal dalam sejarah. Beberapa ahli menyimpulkan, pria yang diperkirakan memiliki IQ diatas 160 ini memiliki sejumlah karakteristik yang mirip dengan gejala autisme. Misalnya saja, ia mengalami kesulitan bersosialisasi hingga dewasa.  

Bahkan ketika Einstein masih anak-anak, ia mengalami sejumlah keterlambatan perkembangan dan dicap sebagai anak bodoh. Misalnya, keterlambatan bicara, memiliki kebiasaan mengulang kalimat untuk dirinya sendiri, dan ia sangat teknis. Karakter-karakter inilah yang diyakini para ahli merupakan gejala autisme pada Einstein.

  
2. Barbara McClintock, Ilmuwan Kromosom 

Barbara adalah seorang ilmuwan yang terkenal membuat sebuah terobosan besar dalam studi kromosom dan bagaimana mereka berubah selama proses reproduksi. Ia memiliki beberapa gejala autisme, seperti mampu fokus dalam jangka waktu yang lama, selalu memperhatikan sesuatu dengan sangat detail. Selain itu, karena sifatnya yang sangat penyendiri dan berusaha keras untuk tidak menarik perhatian banyak orang, ia hampir saja tidak menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1983.  


3. Bill Gates, Pendiri Microsoft 
Siapa sangka, Bill Gates, seorang pendiri Microsoft, memiliki sindrom asperger, yakni sub kelompok dalam spektrum autisme di mana anak menunjukkan suatu keterlambatan keterampilan motorik yang signifikan, khususnya keterlambatan bicara. Beberapa ahli melihat, salah satu orang terkaya di dunia ini memiliki gerakan yang khas ketika sedang berkonsentrasi, pola bicara yang pendek, monoton, dan kebiasaan menghindari kontak mata dengan orang lain. Ya Moms, itu semua adalah karakter umum dari mereka yang ada dalam spektrum autisme, dan bukti bahwa Bill Gates tampaknya termasuk dalam kategoti autistik yang cukup persuasif.   

4. Charles Darwin, Ahli Geologi dan Biologi 

Profesor psikologi dari Trinity College Dublin di Irlandia bernama Michael Fitzgerald meyakini bahwa Charles Darwin, penemu teori evolusi manusia ini juga memiliki sindrom Asperger. Ia menganggap kondisi itu membuat Darwin mengalami hyperfocus, yakni kapasitas ekstra untuk ketekunan dan kemampuan besar untuk melihat detail yang tidak terjawab oleh orang lain. Ia pun mempunyai energi yang besar untuk tugas yang sederhana dan mempunyai pemikiran yang luas untuk penelitian-penelitiannya.  
Selama hidup, Darwin cenderung menghindari bersosialisasi dengan orang lain. Sejak anak-anak, ia bahkan sudah menunjukkan karakter tersebut, seperti lebih suka mengumpulkan serangga dan kerang, mencatat pengamatan secara rinci tentang benda yang biasa-biasa saja tapi menurutnya luar biasa, dan masih banyak lagi. Seperti banyak orang yang mengidap spektrum ini, ia mencari cara lain untuk berkomunikasi, yaitu dengan menulis surat. 

5. Henry Cavendish, Ilmuwan Kimia, Fisika, dan Filsuf 

Henry mungkin adalah salah satu ilmuwan terpenting dalam sejarah. Ia adalah seorang filsuf, ahli kimia, dan ahli fisika yang menemukan hidrogen. Semasa hidupnya ia dikenal sangat tertutup dengan orang lain dan selalu menghindari pertemuan dengan banyak orang. Bahkan dalam kesehariannya, dia hanya berkomunikasi lewat surat dengan para pelayannya. Misalnya saja, dalam memesan makanan, sampai meminta menambahkan tangga pribadi di bagian rumahnya pun lewat secarik catatan yang selalu ditinggalkan di atas meja.  
Tak  hanya itu, Cavendish juga menghindari kontak mata dengan orang lain dan digambarkan oleh seorang kontemporer sebagai ‘manusia yang paling dingin dan acuh tak acuh’. Tapi di sisi lain, dia merupakan orang yang cerdas. 


6. Isaac Newton, Ilmuwan Penemu


Profesor psikologi di Universitas Cambridge, Inggris, Simon Baron-Cohen meyakini bahwa Isaac Newton, penemu gaya gravitasi ini adalah seorang yang memiliki gangguan spektrum Asperger. Itu karena, ahli fisika ini sangat jarang berbicara dan tidak bergaul baik dengan temannya.  Salah satu sikap yang menunjukkan sindromnya adalah ia tetap akan memberikan kuliah di ruang kosong walaupun tidak ada orang yang mendengarnya. Simon juga meyakini, bahwa Newton juga menderita depresi dan paranoia. Kondisi ini diperparah saat ia mengalami gangguan saraf pada usia 50 tahun.  


7. Nicola Tesla, Penemu 

Nicola Tesla adalah seorang penemu yang menemukan gelombang radio dan dinamo motor. Tapi, di balik kejeniusannya itu, Tesla berjuang dengan kondisi sindrom Asperger yang dialaminya. Sejak kecil, ia memiliki rentang perhatian yang panjang dan sering mengerjakan sebuah temuan tunggal selama berjam-jam tanpa rasa bosan.  
Selain itu, menurut jurnal yang ditulis olehnya, ia diketahui menderita sejumlah besar fobia, sangat sensitif terhadap cahaya dan suara, suka mengisolasi dirinya sendiri, dan terobsesi dengan nomor 3. Tesla yang sensitif terhadap suara ini nyatanya membuat sebuah mesin dinamo yang tentu saja suaranya bising. Tapi berkat kemampuannya untuk memvisualisasikan mesin yang rumit, ia hanya mengujinya dengan menggunakan pikiran saja.   

Itulah 7 ilmuwan hebat yang dulunya pernah autis..ga nyangka kan?

Sebetulnya ada juga seniman hebat yang dulunya pernah autis misalnya komposer hebat Wolfgang Amadeus dan pematung, pelukis, arsitek, dan penyair yang terkenal, Mozart Michaelangelo. 

Salam, Penasaran Kan?

%d bloggers like this: