Mengapa Daging Sapi Berwarna Merah dan Daging Ayam Berwarna Putih?

Mengapa Daging Sapi Berwarna Merah dan Daging Ayam Berwarna Putih?

Jika berbelanja ke pasar/supermarket, bisakah kalian membedakan daging sapi dengan daging ayam? Tentu bisa ya, kalau di supermarket tinggal lihat saja tulisannya, kalau di pasar tinggal tanya sama pedagangnya, he..he..

Daging sapi sangat jelas berbeda dari daging ayam. Daging sapi yang dijual sudah tidak ada tulangnya. Daging ayam biasanya masih ada yang dijual bentuk utuh. Jika sudah dipotong pun masih terlihat yang mana bagian sayapnya, lehernya, paha atau dada serta kulitnya. Daging ayam mempunyai tekstur lebih lunak dibanding daging sapi.

(more…)
Mengapa Anak Ayam Berlindung dibawah Sayap Induknya?

Mengapa Anak Ayam Berlindung dibawah Sayap Induknya?

https://www.pulsk.com/images/2013/09/…edbdee.jpg

Ayam merupakan ternak yang cukup terkenal ya..?! Di kota, ayam jarang terlihat berkeliaran, tetapi daging dan telurnya banyak terlihat di pasar dan supermarket. Daging dan telur ayam hampir setiap hari terhidang di meja makan sebagai lauk pauk menemani nasi yang kita santap.

Di pedesaan, ayam masih banyak ditemui di sekitar halaman rumah penduduk. Ayam berkeliaran untuk mencari makan di kebun, ladang, sawah dan sungai. Jika menemukan makanan, induk ayam akan bersuara memanggil anak-anaknya agar mendekat. Anak-anak ayam bersama dengan induknya sampai bisa mencari makan sendiri. Selama itu, induk juga akan menjaga anaknya dari marabahaya.

Pernahkah melihat anak ayam berkumpul di bawah sayap induknya? Itu adalah salah satu contoh perlindungan induk ayam pada anaknya. Jika dirasa ada pemangsa yang membahayakan, seperti ular, elang atau musang, induk ayam memanggil semua anaknya supaya berkumpul di bawah sayapnya, sampai pemangsa pergi dan keadaan menjadi aman.

Anak ayam mempunyai bulu halus yang menyelimuti tubuhnya. Tidak seperti yang dimiliki oleh ayam dewasa, bulu anak ayam belum bisa melindunginya dari terpaan udara dingin. Ketika udara dingin saat hujan atau saat malam hari, anak ayam akan mengalami kedinginan. Oleh karena itu, mereka mencari kehangatan dibawah sayap induknya.

Manfaat Beternak

Manfaat Beternak

Manusia, adalah mahluk yang mempunyai ketergantungan sangat tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Manusia membutuhkan makanan, pakaian, rumah dan harta benda lainnya.

Bermacam-macam benda dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia, sejak dilahirkan sampai meninggalkan alam fana. Namun, tidak usah khawatir, semua kebutuhan itu telah tersedia melimpah di hamparan alam semesta ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Alam menghasilkan bahan makanan juga untuk mahluk hidup lainnya seperti hewan dan ternak. Pada akhirnya, hewan dan ternak ini juga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Betapa banyaknya manfaat yang kita peroleh berasal dari ternak. Daging, susu dan telur adalah bahan pangan berasal dari ternak. Begitu juga, tenaganya. Kuda dipelihara untuk diambil tenaganya sebagai penarik kendaraan. Bulu binatang tertentu seperti domba misalnya dapat digunakan untuk keperluan sandang seperti baju, pengisi bantal, permadani dan sebaginya. Untuk menghasilkan sesuatu, ternak mendapat pakan berupa rumput-rumputan dan biji-bijian yang berasal dari alam. Secara tidak langsung, kebutuhan manusia disediakan oleh alam melewati ternak. Tidak dapat dibantah lagi, baik secara langsung ataupun tidak langsung, kehidupan manusia tergantung pada alam.




Semua makanan dari mulai nasi sampai aneka lauk pauk yang lezat dapat tersaji di piring makan sehari-hari. Begitu juga dengan pakaian dan rumah yang akan melindungi tubuh dari panas, hujan dan penyakit. Ada satu syarat yang diperlukan untuk memenuhi semua kebutuhan itu. Kebutuhan yang telah tersedia di alam itu harus kita usahakan. Kita sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran melebihi mahluk Tuhan lainnya, harus mau bekerja keras. Bekerja keras sepanjang masa merawat alam pemberian Tuhan, supaya alam masih tetap dapat mengeluarkan bermacam-macam kebutuhan manusia. Menjaganya agar alam tidak rusak. Sebaliknya perusakan menyebabkan alam berkurang kekayaannya atau bahkan tidak mampu lagi mengeluarkan kebutuhan manusia.

Jangan sampai hal buruk terjadi. Oleh karena itu, disamping mengambil manfaat sebesar-besarnya dari alam, kita pun wajib melestarikannya. Alam yang lestari dapat dinikmati tidak hanya oleh kita, manusia yang hidup pada abad ini, tapi juga oleh manusia keturunan kita yang masih akan terus menghuni bumi ini berabad-abad ke depan. Konon, pada zaman dahulu kala, manusia memperoleh daging ternak dengan cara berburu. Saat itu jumlah manusia masih sedikit. Berburu dilakukan oleh kaum lelaki menggunakan senjata. Cara ini membutuhkan tenaga yang banyak. Seiring semakin pesatnya jumlah penduduk yang hidup di muka bumi dan juga semakin meningkatnya teknologi, manusia menemukan teknik beternak sebagai cara untuk memperoleh daging dari hewan.

(more…)

Pakan Ayam Kampung

Pakan Ayam Kampung

Dalam pemeliharaan ayam kampung secara intensif, ayam hidup dalam kandang sepanjang hari. Ayam tidak berkeliaran mencari makan sendiri. Kebutuhan hidup ayam tergantung sepenuhnya di tangan pemilik. Oleh karena itu, pemilik atau peternak harus menjamin hampir seluruh kebutuhan pakan. Dengan memberi pakan yang cukup diharapkan dapat meningkatkan penampilan produksi ayam kampung.

Pemberian pakan dan air minum bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi ayam agar tumbuh baik, sehat dan dapat berproduksi tinggi. Anak ayam yang kecil-kecil diharapkan akan tumbuh sehat jika diberi pakan dan air minum yang cukup bergizi. Selanjutnya ayam tersebut dapat berkembang menjadi ayam dewasa yang juga sehat. Telur yang banyak hanya akan dihasilkan oleh ayam betina dewasa yang tumbuh sehat dengan mendapat makanan yang cukup dan bergizi. (more…)

Indigenous Cattle of Indonesia: Sapi Pesisir

Indigenous Cattle of Indonesia: Sapi Pesisir

Asal-Usul dan Ciri Khas Sapi Pesisir

Asal-Usul Sapi Pesisir

Sapi pesisir merupakan merupakan rumpun sapi lokal yang daerah penyebarannya di propinsi Sumatera Barat. Sapi lokal ini diduga merupakan keturunan banteng yang tersisa dan mula-mula berkembang di kabupaten Pesisir Selatan. Oleh karenanya dikenal dengan sebutan sapi pesisir. Saat ini, sapi pesisir mengalami penyebaran hingga banyak ditemukan di kabupaten Padang Pariaman dan Agam. Di daerah tersebut, sapi ini terkenal juga dengan nama lokalnya. Jawi ratuih atau bantiang ratuih, begitulah masyarakat menyebutnya. Artinya, sapi yang melahirkan banyak anak.

Pada umumnya, sapi pesisir tidak dikandangkan secara khusus, namun dipelihara secara bebas (berkeliaran) dan masih sangat sedikit perhatian peternak dalam pemeliharaannya. Sapi pesisir mampu menyesuaikan diri dengan keadaan pesisir pantai yang keadaan pakan hijauannnya terbatas. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi peranan pentingnnya sebagai sumber daging bagi masyarakat di kota Padang. Berdasarkan banyak tulisan, sapi yang dipotong di rumah potong hewan kota Padang kebanyakan adalah sapi pesisir. Selain itu, sapi pesisir merupakan ternak yang populer untuk kebutuhan hewan kurban pada hari raya Idul Adha.

(more…)